Dalam artikel gunung es ini akan membahas, tantangan sebagai seorang guru matematika kelas menengah yang mana guru harus mampu menemukan cara untuk memajukan pemahaman tentang matematika kepada murid. Dimana pada saat ini siswa banyak merasa kebingungan dengan proses pengerjaan dan kadang juga lupa cara mengerjakannya. Untuk itu guru harus dapat mengatasi kebingungan siswa dengan perlunya pengajaran kembali konsep umum dan memberikan latihan tambahan dengan harapan agar siswa akan cepat memahami dari waktu ke waktu. Disini digambarkan menggunakan sebuah model gunung es yang telah diteliti dan dikembangkan oleh institute freundenthal di Belanda yang telah digunakan oleh para guru kelas menengah di Amerika Serikat.
Para ilmuwan di institute freundenthal ini mengembangkan model gunung es yang mana dapat mendukung guru untuk berfikir tentang proses dan strategi belajar yang digunakan oleh siswa. Model ini layaknya sebagai metaphora, yang membedakan peran pra formal, formal dan in formal yang digunakan oleh siswa.
Guru mampu mengilustrasikan gunung es tersebut untuk membedakan peran formal informal. Dimana gunung es tersebut disebut sebagai penampungan kapasitas. Ujung gumpulan tersebut menggambarkan target proses formal atau simbol gambaran dan bagian terbesar dari gumpalan es yang ada dibawah air termasuk lengkunganya sebagai gambaran kombinasi informal termasuk konteks terkait.
Pada ilustrasi ini terdapat banyak strategi yang melibatkan guru untuk mengidentifikasi strategi dan gambaran dalam mendukung pemahaman berfikir siswa dalam pembelajaran matematika.
Tujuan dari digunakanya ilustrasi gunung es ini adalah untuk mendorong para guru agar dapat menggambarkan refleksi dalam kurikulum mereka dan mempengaruhi pemilihan potensial intervensi instruksional. Kegiatan ini dapat digunakan untuk hampir semua topik matematika yang melibatkan beberapa representasi, model, atau strategi.
Sehingga dengan adanya penggambaran strategi dan model-model seperti ini semoga mampu menggembangkan suatu pengetahuan, pembelajaran yang lebih luas dan dapat dengan mudah di terima oleh siswa.
Referensi :
Bowswinkle,N.,and F. Moerlands. Het topje van de ijsberg [ The top of the iceberg ].
Case,Robert W. “Report from the Netherlands
Para ilmuwan di institute freundenthal ini mengembangkan model gunung es yang mana dapat mendukung guru untuk berfikir tentang proses dan strategi belajar yang digunakan oleh siswa. Model ini layaknya sebagai metaphora, yang membedakan peran pra formal, formal dan in formal yang digunakan oleh siswa.
Guru mampu mengilustrasikan gunung es tersebut untuk membedakan peran formal informal. Dimana gunung es tersebut disebut sebagai penampungan kapasitas. Ujung gumpulan tersebut menggambarkan target proses formal atau simbol gambaran dan bagian terbesar dari gumpalan es yang ada dibawah air termasuk lengkunganya sebagai gambaran kombinasi informal termasuk konteks terkait.
Pada ilustrasi ini terdapat banyak strategi yang melibatkan guru untuk mengidentifikasi strategi dan gambaran dalam mendukung pemahaman berfikir siswa dalam pembelajaran matematika.
Tujuan dari digunakanya ilustrasi gunung es ini adalah untuk mendorong para guru agar dapat menggambarkan refleksi dalam kurikulum mereka dan mempengaruhi pemilihan potensial intervensi instruksional. Kegiatan ini dapat digunakan untuk hampir semua topik matematika yang melibatkan beberapa representasi, model, atau strategi.
Sehingga dengan adanya penggambaran strategi dan model-model seperti ini semoga mampu menggembangkan suatu pengetahuan, pembelajaran yang lebih luas dan dapat dengan mudah di terima oleh siswa.
Referensi :
Bowswinkle,N.,and F. Moerlands. Het topje van de ijsberg [ The top of the iceberg ].
Case,Robert W. “Report from the Netherlands
Tidak ada komentar:
Posting Komentar